Tidak perlu reviewer CV, koreksi sendiri CV mu dengan panduan berikut

Pertanyaan #1. CV ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris?

Tidak ada standar baku dalam menulis CV, harus pakai Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris, tidak ada yang salah. Rekomendasi yang bisa saya berikan adalah:

Bahasa CV sesuaikan dengan iklan lamaran kerja. Jika iklan dibuat dalam Bahasa Indonesia, kirim CV dengan bahasa Indonesia. Jika iklan dibuat dalam Bahasa Inggris, kirim CV dengan bahasa Inggris.

– Sugihartono.com

Pertanyaan #2. CV dibuat One for All atau Custom sesuai perusahaan?

Untuk meningkatkan probabilitas dipanggil sebaiknya set dulu goal posisi yang di lamar, di situ akan dibuat perlu ready berapa CV.

  1. Contoh #1 Lulusan fakultas Informatika/Komputer/Sistem Informasi/sejenis
    • Goal: Apply posisi Programmer, Quality Assurance, Network Engineer
    • Buatlah 6 CV dengan rincian 3 CV Bahasa Indonesia dan 3 CV Bahasa Inggris. Masing masing bahasa buat CV dengan kompetensi Programmer, Quality Assurance, Network Engineer
    • Kenapa perlu demikian? karena tiap posisi harus menghighlight skill dan kompetensi yang berbeda
  2. Contoh #2 Lulusan Ekonomi Akuntansi
    • Goal: Apply posisi Staff Finance dan Staff Pajak
    • Buatlah 4 CV dengan rincian 2 CV Bahasa Indonesia dan 2 CV Bahasa Inggris. Masing masing bahasa buat CV dengan kompetensi Finance, dan Pajak
    • Kompetensi finance dan pajak perlu highlight yang berbeda terkait dengan kompetensi dan penguasaan bidang

Pertanyaan #3. Bagaimana jika melamar ke banyak variasi posisi?

Pada kondisi melamat ke banyak sekali variasi posisi, coba kelompokkan posisi yang diincar ke rumpun ilmu dan skill yang setara.

Misal :

  1. Rumpun Sales: Account Executive, Sales Executive, Account Manager, Sales Representative, dll
  2. Rumpun Digital Marketing: Digital Strategist, Digital Marketing, Social Media Specialist, dll
  3. dst

CV yang disiapkan, sebanyak Rumpun ilmu dan skillnya saja

Pertanyaan #4. CV dibuat dalam berapa halaman?

Tidak ada standar berapa jumlah halaman sebuah CV. Tergantung dari jumlah pengalaman yang akan ditulis. Idealnya 1 s/d 3 halaman cukup untuk menceritakan diri untuk dapat dipanggil tahap selanjutnya.

Pertanyaan #5. CV dibuat dalam format docx/pdf?

PDF telah menjadi standar dokumen yang dapat di terima dan dibuka oleh semua mobile, laptop, dan desktop. Pastikan CV dikirimkan dalam format PDF.

Pertanyaan #6. CV Dibuat grafis colorful atau text biasa?

Tidak ada standar yang baku untuk format tampilan CV. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. PDF menggunakan format dengan teks yang bisa di copy-paste ke dokumen lain. Karena banyak CV dengan tampilan grafis tetapi berupa PDF dari image. Hal ini membuat tim Recruiter harus melakukan ketik manual nama, telp, email, dan data lain dari pelamar. Hal ini menambah beban recruiter dan rawan salah ketik.
  2. Tampilan CV memudahkan recruiter dalam membaca keseluruhan dokumen. Bisa menggunakan kombinasi Baris & Kolom yang konsisten

Pertanyaan #7. Perlukah CV melampirkan KTP, KK, SKCK, Ijazah, dll

Recruiter tidak cukup waktu untuk dapat mereview dokumen-dokumen legal yang dilampirkan. Semua informasi itu Cukup disampaikan dalam CV. Menambah attachment hanya akan memperbanyak halaman CV dan menambah size file yang diupload. Dokumen tersebut baru akan dipakai ketika sudah lolos semua tahapan dan masuk ke offering letter

Kecuali diminta dalam persyaratan di iklan loker, dokumen legal tidak perlu di kirim

– Sugihartono.com

Kesalahan #1. Highlight diri tidak relevan dengan posisi yang dilamar

Misalnya seseorang melamar posisi Programmer, tapi meng-highlight dirinya adalah kreator digital dengan kalimat pertama yang ditonjolkan adalah kemampuan design grafis. Ini akan kurang menarik dimata recruiter, karena merasa tidak memiliki skill diposisi yang di lamar. Inilah pentingnya implementasi tips di Pertanyaan #2. CV dibuat One for All atau Custom sesuai perusahaan?

Kesalahan #2. Tidak Menyampaikan Skill secara Menarik

Memiliki skill yang banyak dan kompeten, tidak akan memberikan nilai tambah jika tidak bisa menyampaikan dengan baik dan menarik. Minimal menyampaikan skill berikut level penguasaannya. Apakah tingkat dasar, menengah, atau mahir.

Lebih bagus lagi jika melampirkan bukti obyektif berupa:

  1. Sertifikasi
  2. Level skill di komunitas terkait
  3. Lulus assesment kemampuan (banyak free assesment skill yang bisa di ambil)
  4. Kontribusi komunitas/opensource/Github untuk programmer

Kesalahan #3. Menulis List Kompetensi secara Random

List sebaiknya ditulis terurut berdasarkan yang paling mampu, atau di grouping berdasarkan kelompok keahliannya. Misal contoh dibawah, bisa dilakukan pendekatan 2 cara:

  1. Urut berdasarkan Kemampuan: Paling atas Fluent –> Intermediate –> Basic
  2. Skill dibagi beberapa kelompok. Misal: Backend ada skil apa saja dan level apa, Frontend ada skill apa saja dan level apa

Kesalahan #4. Menulis Terlalu banyak hal yang sifatnya subyektif

Ketika membaca CV, apakah recruiter akan menganggap penting adanya skill yang sudah seharusnya dimiliki oleh semua pekerja? Seperti: Manajemen Waktu, Disiplin, Komunikasi

Daripada mengklaim punya Jiwa Kepemimpinan, lebih baik tuliskan pengalaman “Ketua Organisasi/Ketua Event/Ketua Perkumpulan”

Daripada mengklaim bisa bekerjasama dalam tim, lebih baik tuliskan pengalaman “Anggota Divisi X di Organisasi Y/Panitia Acara Kampus di divisi X”

Kesalahan #5. Tidak jelas dalam mendeskripsikan pengalaman

Ketika kamu menulis pengalaman kerja seperti contoh ini, apakah recruiter mendapatkan informasi yang cukup? tidak.

Pengalaman kerja setidaknya memuat:

  1. Nama Posisi
  2. Keterangan statusnya (Fulltime, Parttime, Freelance, Magang)
  3. Start-end (cukup level bulan dan tahun)
  4. Deskripsi singkat jobdesc
  5. Prestasi (Optional)

Kesalahan #6. Adanya Typo dalam Penulisan

CV adalah dokumen singkat, persiapkan dengan baik, baca berulang-ulang untuk menghindari typo baik typo substansial dan non subtansial.

Gambar diatas adalah contoh typo non substansial (Address menjadi Addreas) dan typo Substansial (Bootstrap menjadi Boostrap).

Mengapa typo ini penting untuk dihindari? karena typo dalam beberapa posisi berakibat Fatal:

  • Programmer : Typo variabel menjadikan aplikasi error
  • Akuntan : Typo COA menjadikan laporan keuangan invalid

Kesalahan #7. Tidak mampu Menulis Work Experience

Setiap orang pasti memiliki experience yang bisa dituliskan, jika masih bingung, tuliskan dengan urutan prioritas berikut:

  1. Pengalaman Bekerja Professional (Ada posisi, ada pekerjaan yang dilakukan, ada bayaran yang diterima). Baik bekerja dalam perusahaan, freelancer, maupun bisnis sendiri
  2. Pengalaman Bekerja sebagai Asisten. Asisten disini dalam arti bukan aktor utama, tapi membantu kelancaran tugas aktor utama
  3. Menjadi pengurus Lembaga Kampus terkait Akademik. Misal: Laboratorium, Badan Riset
  4. Menjadi pengurus Organisasi Kampus. Misal: BEM, Himpunan Mahasiswa
  5. Menjadi pengurus Organisasi Sosial Kemasyarakatan. Misal: Karang taruna, LSM
  6. Menjadi Panitia Event. Misal: Ospek, Lomba, Seminar

Kalau memang tidak ada pengalaman terlibat apapun diatas, ini yang masih bisa kamu klaim sebagai pengalaman:

  1. Project yang dilaksanakan dalam Skripsi
  2. Project Tugas Kuliah yang dikerjakan sendiri ataupun berkelompok

Kalau masih tidak ada yang bisa dituliskan, artinya perlu dipertanyakan: Kuliah dimana? dan apa kuliahnya serius?

Kesalahan #8. Banyak Ruang Kosong di CV (Jika CV 1 halaman)

CV adalah sarana applicant untuk mempromosikan skill dan pengalamannya agar menarik minat recruiter. Jika banyak ruang kosong dalam CV (Jika CV 1 halaman) , menunjukkan 2 hal:

  1. Applicant tidak tahu mau menulis apa dan bagaimana menuliskannya
  2. Tidak ada yang bisa ditulis, karena memang tidak ada yang spesial dari dirinya

Definisi Ruang kosong disini ketika CV seperempatnya atau lebih tidak ada informasi/teksnya (>25% ruang kosong)

Tambahan

List ini akan terus ditambahkan dan diupdate berdasarkan pertanyaan/saran yang diterima.

Silakan sampaikan masukan melalui:

  • https://www.linkedin.com/in/soegi/
  • https://chat.sugihartono.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *