Melamar Pekerjaan tidak sama dengan Mendaftar Training

Pengalaman menarik tadi pagi melakukan interview kandidat IT Project Manager yang kebetulan lulusan dari Reputable University. Review CV sekilas sebelum sesi interview, mengindikasikan sebenarnya masih belum capable di posisi PM. Apa indikatornya:
1. Tidak ada pengalaman sebagai PM yang di sampaikan di CV
2. Pengalaman magang malah sebagai System Analyst
3. Tidak ada pengalaman project freelance dimana dia sebagai PM/team leader.

Mulailah sesi interview, langsung bertanya terkait dengan salah satu soal teknis yang sudah dikerjakan sebelumnya, untuk memvalidasi seberapa potensi dan pengetahuannya untuk menghadapi salah satu case umum dalam posisi Project Manager, sekaligus melihat cara komunikasi dan penyampaian pendapat.

Hasilnya, jawaban yang disampaikan dan cara menjawabnya masih jauh dari ekspektasi, walaupun sudah dibantu beberapa clue untuk elaborasi jawabannya.

Sebenarnya dalam tempo 10 menit pertama, sudah dapet jawabannya, kandidat ini tidak masuk kriteria. Tapi demi memberi kesempatan, coba mengelaborasi skill analisis.

Kandidat saya minta untuk menggambarkan proses bisnis pengajuan cuti di sebuah perusahaan. Hasilnya juga dibawah ekspektasi, terlalu sederhana proses yang digambarkan, tidak ada deep analysis disitu.

Di akhir, saya sampaikan bahwa belum memenuhi standar posisi sebagai PM maupun system analis, dari faktor:
– Skill Teknis
– Pengalaman
– Potensi
– Daya Analisis
– Komunikasi

Terkait parameter penerimaan, bisa dibaca lebih jauh, ada di postingan https://lnkd.in/g6CW_wRe

Nah, kenapa judul post Melamar Pekerjaan tidak sama dengan Mendaftar Training ? karena dari diskusi dengan kandidat, dia melamar posisi IT PM karena berminat dengan posisi project manager. Sampai di validasi lagi, posisi apa yang dia merasa paling mampu, masih di jawab posisi Project Manager.

Dari statement tersebut bisa ditarik kesimpulan dan rekomendasi untuk para jobseeker. Bahwa perusahaan merekrut kandidat untuk dapat mengisi posisi kosong karena dia MAMPU, kalaupun saat ini belum mampu, minimal menunjukkan POTENSI akan mampu mengisi posisi tersebut, jadi tinggal diberi ruang belajar saja.

Kalau skill teknis masih kurang harus bagaimana?
1. Ikut workshop/training/bootcamp sesuai dengan skill yang dituju
2. Mendaftar magang. Walaupun ada pro kontra soal Paid Internship vs Unpaid Internship. Tapi yang jelas, magang itu fokus ke ilmu real dan pengalaman real, bayaran itu bonus saja.
Perlu dipertimbangkan juga Magang sekian bulan vs Mendaftar sana sini dengan skill yang ada, akan lebih baik yang teruji melalui magang, karena skillnya sudah terasah selama magang. Kepada interviewer juga bisa bercerita banyak.

Melamar Pekerjaan -> sesuai kemampuan kamu
Mendaftar Training -> sesuai kemauan kamu

Jika melamar pekerjaan hanya sesuai kemauan, tanpa kemampuan, akan lebih banyak gagal

https://www.linkedin.com/posts/soegi_interview-jobseeker-activity-6975688461487943681-12aG

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top